PROSA.ID, Yogyakarta – Sahid Tour memulai rangkaian ibadah haji 2026 dengan menggelar manasik intensif selama empat hari di Yogyakarta, mulai 30 April hingga 3 Mei 2026. Sebanyak 516 peserta, termasuk jemaah dan petugas, dipersiapkan secara matang sebelum keberangkatan ke Tanah Suci pada 18 Mei 2026. General Manager Marketing Sahid Tour, Teguh Budi Santosa menjelaskan, manasik menjadi bagian penting yang tidak terpisahkan dari paket haji yang ditawarkan.

“Manasik ini adalah satu rangkaian yang sudah termasuk dalam paket haji. Kami siapkan secara terpusat di Yogyakarta agar jemaah benar-benar siap menjalankan ibadah sesuai tuntunan Rasulullah SAW,” katanya dalam konferensi pers di Hotel Sahid Raya Yogyakarta Rabu (29/4/2026).

Teguh menjelaskan, persiapan haji dilakukan sepanjang tahun tanpa jeda tanpa libur. Aebab setelah selesai musim haji, Sahid Tour kembali mempersiapkan untuk musim haji berikutnya.

“Setelah musim haji selesai, kami langsung menyiapkan musim berikutnya,” ujarnya.

Sebanyak 492 jemaah akan diberangkatkan tahun ini, didampingi 24 petugas dari Indonesia, termasuk 6 tenaga medis. Total keseluruhan rombongan mencapai 516 orang.

“Jumlah jemaah tahun 2026 ini cukup besar, 492 orang. InsyaAllah mulai berangkat tanggal 18 Mei setelah pelepasan di Jakarta,” jelas Teguh.

Para jemaah berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Jakarta (133 orang), Yogyakarta (129), Solo (99), Semarang (76), hingga Surabaya dan sejumlah daerah lain seperti Balikpapan, Palembang, hingga Bima. Menariknya, peserta manasik juga datang dari luar negeri.

“Tadi kami juga menjemput jemaah dari Malaysia di bandara. Jadi pesertanya benar-benar dari berbagai wilayah,” ungkapnya.

Dari sisi usia, jemaah termuda berusia 13 tahun, sementara yang tertua mencapai 81 tahun. Sahid Tour memastikan seluruh jemaah mendapatkan pendampingan maksimal.

“Kami berikan perhatian khusus terutama bagi jemaah lansia agar tetap bisa menjalankan ibadah dengan nyaman,” tandas Teguh.

Untuk mendukung kelancaran ibadah, Sahid Tour menyiapkan sistem pendampingan yang ketat. Setiap bus akan didampingi minimal dua petugas, termasuk tenaga medis.

“Kami siapkan total 13 bus, dan setiap bus wajib ada pendamping, termasuk dokter. Ini bagian dari komitmen pelayanan kami,” tegas Teguh.

Selain petugas dari Indonesia, Sahid Tour juga menggandeng sekitar 25–30 pendamping tambahan di Arab Saudi, sebagian di antaranya merupakan mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh studi di sana.

Ketua Pelaksana Manasik, Miranti Nurrisa Ahsana menyebut, kegiatan ini dirancang untuk memberikan pembelajaran menyeluruh, mulai dari teori hingga praktik ibadah haji.

“Setiap sesi kami buat komprehensif, mencakup fikih haji, kesiapan fisik, hingga mental, agar jemaah bisa menjalankan ibadah dengan baik dan sesuai tuntunan,” jelasnya.

Sementara itu, Digital Marketing Sahid Tour, Aulia Ul Umah mengungkapkan, rata-rata masa tunggu jemaah haji khusus berada di kisaran 5–6 tahun.

“Namun tahun ini ada yang lebih cepat, bahkan ada yang baru mendaftar 2022 sudah bisa berangkat. Jadi sekitar 4 tahun,” ujarnya.

Mengusung tema Niat Ibadah, Perjalanan Berkah, Menuju Mabrur, manasik ini juga menjadi ajang silaturahmi antarjemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Direktur Sahid Tour, Hari Prakoso menambahkan, manasik merupakan kewajiban bagi seluruh jemaah.

“Setiap calon jemaah wajib mengikuti manasik karena ini adalah bekal penting selama kurang lebih 27 hari menjalankan ibadah haji bersama,” tegasnya.

Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun, Sahid Tour menargetkan pelayanan optimal bagi seluruh jemaah.

“Bagi kami, pelayanan adalah amanah, dan perjalanan spiritual adalah prioritas,” pungkasnya.



Post Terkini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *