
Jogja,(pidjar.com)– Sahid Tour resmi mempersiapkan pemberangkatan ratusan jamaah haji khusus tahun 2026 melalui rangkaian manasik intensif yang digelar di Hotel Sahid Raya Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan ibadah sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Sebanyak 492 jamaah haji dijadwalkan berangkat pada musim haji 2026, didampingi oleh 24 petugas dari Indonesia, sehingga total rombongan mencapai 516 orang. Para jamaah berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Jakarta, Yogyakarta, Solo, Semarang, hingga luar Jawa seperti Kendari, Palu, Balikpapan, dan Palembang. Direktur Sahid Tour, Hari Prakoso, menegaskan bahwa manasik merupakan bagian wajib bagi seluruh jamaah.
“Setiap calon jamaah haji yang terdaftar di Sahid Tour wajib mengikuti kegiatan manasik tanpa terkecuali. Ini adalah latihan yang diharapkan menjadi bekal selama kurang lebih 27 hari menjalankan ibadah haji,” ujarnya (29/4/26).
Sementara itu, General Manager Marketing Sahid Tour, Teguh Budi Santosa, menjelaskan bahwa persiapan haji dilakukan jauh hari bahkan sejak musim haji sebelumnya berakhir.
“Di travel haji itu tidak ada liburnya. Setelah musim haji selesai, kami langsung mempersiapkan musim berikutnya. Manasik ini adalah bagian dari rangkaian layanan yang sudah termasuk dalam paket haji,” katanya dalam press conference di Sahid Raya Hotel Yogyakarta.
Ia menambahkan, pelaksanaan manasik dipusatkan di Yogyakarta untuk memberikan pembekalan yang lebih terstruktur dan menyeluruh kepada jamaah. Peserta juga datang dari luar negeri, termasuk warga Indonesia yang berdomisili di Malaysia.
Teguh menjelaskan bahwa strategi pemberangkatan dilakukan mendekati puncak haji.
“Kami mengambil program akhir, sehingga saat wukuf di Arafah jamaah diharapkan masih dalam kondisi segar dan sehat. Karena inti dari ibadah haji adalah wukuf,” jelasnya. Ketua Pelaksana Manasik Haji Sahid Tour, Miranti Nurrisa Ahsana, turut menjelaskan terkait biaya paket haji yang ditawarkan.
“Biaya paket kami relatif stabil sejak tahun 2022, masih di angka USD 16.900. Pasca pandemi memang sempat ada penyesuaian, namun hanya naik sekitar USD 200 dan kembali ke angka tersebut,” jelasnya.
Lanjutnya, untuk paket B yang baru diperkenalkan tahun sebelumnya, terdapat penyesuaian harga seiring perubahan fasilitas.
“Untuk paket B saat ini berada di angka USD 13.300, sebelumnya di USD 12.900, karena ada peningkatan hotel,” imbuhnya.
Untuk pemberangkatan, Sahid Tour membagi jamaah dalam lima kelompok penerbangan dengan berbagai maskapai, seperti Garuda Indonesia, Emirates, dan Etihad. Rute perjalanan pun bervariasi, mulai dari penerbangan langsung hingga transit di Abu Dhabi, Dubai, dan Qatar.
Menariknya, jamaah yang berangkat memiliki rentang usia yang cukup lebar, dari 13 tahun hingga 81 tahun. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi tim pendamping, terutama tenaga medis yang berjumlah enam dokter.
Selain petugas dari Indonesia, Sahid Tour juga menyiapkan tambahan 25–30 pendamping di Arab Saudi, yang sebagian besar merupakan mahasiswa Indonesia di sana. Total dukungan ini memastikan setiap bus jamaah didampingi minimal dua petugas, termasuk tenaga medis.
Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun, Sahid Tour terus menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan maksimal. Persiapan matang, pendampingan intensif, serta manasik terstruktur menjadi kunci dalam mengantarkan jamaah menuju haji yang mabrur.



