KORANBERNAS.ID, YOGYAKARTA — Kenaikan harga avtur dan dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah tidak mempengaruhi keberangkatan ratusan jamaah haji khusus tahun ini. Sebanyak 492 calon jamaah haji yang dikoordinasikan oleh Sahid Tour tetap dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 18 Mei 2026 tanpa tambahan biaya.

Kepastian tersebut disampaikan General Manager Marketing Sahid Tour, Teguh Budi Santosa, dalam konferensi pers kegiatan manasik haji yang digelar di Sahid Raya Hotel & Convention Yogyakarta, Rabu (29/4/2026).

Menurut Teguh, pihak penyelenggara telah mengantisipasi kemungkinan kenaikan biaya operasional sejak jauh hari, termasuk dampak kenaikan harga bahan bakar pesawat dan ketidakpastian global.

“Terkait kenaikan harga avtur dan konflik global, alhamdulillah kita tidak meminta tambahan ongkos kepada jamaah yang sudah terdaftar dan telah jatuh tempo untuk lunas. Pembayaran sudah kita selesaikan sebelum terjadinya konflik di Timur Tengah. Kalau ada imbasnya, itu menjadi konsekuensi kami,” ujarnya.

Relatif Stabil

Menurutnya, seluruh jamaah yang telah melunasi biaya perjalanan tidak akan dibebani biaya tambahan, meskipun terdapat potensi kenaikan biaya operasional penerbangan.

Tahun ini, biaya haji khusus yang ditawarkan juga relatif stabil sejak 2022. Paket A dipatok sebesar USD 16.900, sementara Paket B sebesar USD 13.300. Kenaikan pada Paket B dibanding sebelumnya USD 12.300 disebut semata karena penyesuaian fasilitas hotel, bukan dampak ekonomi global.

Sebanyak 492 jamaah yang akan berangkat berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Sebaran terbesar berasal dari Jakarta sebanyak 133 orang, Yogyakarta 129 orang, Solo 99 orang dan Semarang 76 orang. Jamaah termuda berusia 13 tahun, sedangkan yang tertua 81 tahun.

Dalam perjalanan ibadah ini, para jamaah akan didampingi 24 petugas dari Indonesia, termasuk enam tenaga dokter. Setibanya di Arab Saudi, operasional rombongan juga akan didukung sekitar 30 tenaga lokal dari mahasiswa Indonesia yang berada di sana.

Mendekati Puncak

“Mobilitas jamaah selama pelaksanaan ibadah akan menggunakan 13 unit bus, dengan pengawalan minimal dua petugas dan satu dokter di setiap armada guna memastikan kondisi kesehatan jamaah tetap terpantau,” jelasnya.

Keberangkatan tahun ini menggunakan skema program akhir. Jamaah tiba di Tanah Suci mendekati waktu puncak ibadah haji, yaitu Wukuf di Arafah. Penerbangan dibagi lima kelompok menggunakan maskapai Garuda Indonesia, Saudia, Etihad Airways dan Qatar Airways.

Selain faktor logistik, penyelenggara juga menaruh perhatian pada kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi. Suhu diperkirakan mencapai 39 hingga 40 derajat Celcius selama musim haji berlangsung. Jamaah telah mendapatkan pembekalan khusus terkait pencegahan heatstroke serta pentingnya menjaga hidrasi selama menjalankan ibadah.

“Sebagai persiapan akhir, seluruh jamaah mengikuti manasik haji terpusat selama empat hari tiga malam, mulai 30 April hingga 3 Mei 2026 di Sahid Raya Yogyakarta,” ungkapnya.

Ketua Panitia Manasik, Miranti, menjelaskan kegiatan tersebut tidak hanya berisi pembekalan teori mengenai tata cara ibadah haji sesuai sunnah. “Tetapi juga simulasi praktik langsung agar jamaah lebih siap secara fisik dan mental sebelum diberangkatkan dari Jakarta pada 18 Mei mendatang,” jelasnya.


Post Terkini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *