Tempat Ziarah Madinah yang Bersejarah: Makam Rasulullah, Baqi, dan Syuhada Uhud

Madinah memiliki sejumlah tempat ziarah bersejarah yang sering dikunjungi jemaah haji dan umrah dengan mengunjungi tempat-tempat bersejarah merupakan momen penuh makna bagi jemaah haji maupun umrah untuk memperdalam keimanan, mengenang perjuangan Islam, serta mengharapkan keberkahan dan syafaat di hari akhirat.
Berikut adalah tiga destinasi ziarah utama di Madinah yang sangat dianjurkan untuk dikunjungi:
1. Makam Rasulullah SAW dan Dua Sahabat Terkasih
Terletak di dalam area Masjid Nabawi, makam Rasulullah SAW berdampingan langsung dengan dua sahabat utamanya, yaitu Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab.
- Hikmah & Keutamaan: Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang berziarah ke makamku, dia berhak mendapatkan syafaatku.” (HR. al-Daraquthni dan al-Bazzar)
- Panduan Ziarah:
- Akses menuju makam terbilang lebih mudah dibandingkan masuk ke Raudhah. Jemaah cukup menuju pintu di samping kanan Kubah Hijau dan mengikuti petunjuk arah (sebagian sudah berbahasa Indonesia).
- Patokan jalur yang benar adalah ketika memasuki area ruangan di belakang mimbar Nabi.
- Disarankan memperbanyak bacaan shalawat dan doa sepanjang perjalanan menuju makam.
2. Pemakaman Baqi’
Pemakaman Baqi’ merupakan tempat peristirahatan terakhir bagi para sahabat Nabi dan keluarga beliau (Ahlul Bait). Lokasinya berada persis bersebelahan dengan Masjid Nabawi.
- Hikmah & Keutamaan: Rasulullah SAW bersabda:“Pada hari akhirat kelak akan dibangkitkan 70 orang dari pemakaman Baqi’ dan mereka masuk surga tanpa dihisab.” (HR. al-Thabarani)
- Panduan Ziarah:
- Berjalanlah ke arah sisi kiri masjid (jika dilihat dari arah Kubah Hijau), lalu naik tangga menuju area pemakaman.
- Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi hari setelah salat Subuh.
Baca Juga: [https://sahidtour.co.id/kenali-7-ciri-ciri-travel-umrah-bodong-jangan-langsung-tergiur-promo-dan-harga-murah/]
3. Makam Syuhada Perang Uhud
Lokasi ini menjadi saksi bisu perjuangan dan pengorbanan para pejuang Islam yang gugur dalam Perang Uhud, termasuk paman Rasulullah SAW, Hamzah bin Abdul Muthalib.
- Hikmah & Keutamaan: Rasulullah SAW bersabda:“Uhud mencintai kami dan kami juga mencintainya.” (HR. Bukhari-Muslim)
- Panduan Ziarah:
- Dianjurkan memulai ziarah dari makam Hamzah bin Abdul Muthalib sebagai bentuk penghormatan.
- Area Uhud sangat luas, sehingga jemaah dapat berziarah dengan lebih leluasa. Di lokasi ini juga terdapat masjid, tempat jajanan, serta bukit peninggalan sejarah yaitu Jabal Rummah (bukit pasukan pemanah).
Adab & Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Berziarah
- Dilarang Berhenti Lama: Berbeda dengan tradisi ziarah di Indonesia, di Makam Rasulullah dan Pemakaman Baqi’ jemaah hanya diperbolehkan berjalan melintas dan dilarang berhenti lama. Bacaan tahlil, zikir, dan doa sebaiknya dibaca sambil terus berjalan.
- Menjaga Kesopanan & Adab: Jemaah dilarang keras mencorat-coret fasilitas/area sekitar serta diimbau tidak melantunkan zikir secara terlalu keras.
- Refleksi Diri: Niatkan ziarah untuk menghormati jasa para pendahulu Islam, memperdalam keimanan, serta meneladani perjuangan Rasulullah SAW dan para sahabat.
Artikel ini disusun berdasarkan referensi sejarah dan panduan resmi berikut:
- Pengelola Dua Masjid Suci — Informasi Masjid Nabawi.
- Visit Saudi — Informasi kawasan bersejarah Uhud Martyrs Square.
- Saudi Press Agency — Informasi sejarah Gunung Uhud di Madinah.
- Sahih Muslim 1393a — Hadis tentang Gunung Uhud.
Referensi digunakan sebagai bahan pendukung untuk memberikan informasi sejarah dan panduan ziarah bagi jemaah haji dan umrah.