YOGYAKARTA, AYOYOGYA.COM – Sebanyak 516 peserta yang terdiri dari calon jamaah dan petugas haji khusus Sahid Tour mengikuti kegiatan manasik sebagai tahap persiapan sebelum keberangkatan ke Tanah Suci pada musim haji 2026. Dari total tersebut, 492 merupakan calon jamaah, sementara 24 lainnya adalah petugas pendamping, termasuk enam tenaga medis yang akan membersamai selama ibadah.

Kegiatan manasik berlangsung selama 4 hari 3 malam di Hotel Sahid Raya Yogyakarta dengan pembekalan ibadah secara intensif. Selain memahami fikih haji, para peserta juga menjalani praktik ibadah serta penguatan kesiapan fisik dan mental agar dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan lancar.

General Manager Marketing Sahid Tour, Teguh Budi Santosa, menegaskan bahwa manasik merupakan bagian penting dari layanan haji khusus yang diberikan kepada jamaah. Tema yang diusung kali ini adalah “Niat Ibadah Perjalanan Berkah, Menuju Mabrur”. Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi jamaah dari berbagai daerah, bahkan luar negeri.

“Manasik itu satu acara dari tanggal 30 sampai dengan tanggal 3 Mei jadi 4 hari 3 malam. Ini adalah salah satu value preposition dari Sahid Tour bahwa kita menyiapkan acara Manasik ini, ini adalah satu paket dengan paket hajinya,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).

Teguh juga menegaskan bahwa manasik menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari paket haji yang ditawarkan.

“Manasik ini adalah satu rangkaian yang sudah termasuk dalam paket haji. Kami siapkan secara terpusat di Yogyakarta agar jemaah benar-benar siap menjalankan ibadah sesuai tuntunan Rasulullah SAW,” ujarnya.

Teguh menambahkan, persiapan haji dilakukan sepanjang tahun tanpa jeda.

“Setelah musim haji selesai, kami langsung menyiapkan musim berikutnya,” ujarnya.

Ia juga menyebut jumlah jamaah tahun ini tergolong besar dengan jadwal keberangkatan mulai 18 Mei 2026. Adapun usia tertua yakni 81 tahun, sedangkan usia termuda 13 tahun.

“Jumlah jemaah tahun 2026 ini cukup besar, 492 orang. InsyaAllah mulai berangkat tanggal 18 Mei setelah pelepasan di Jakarta,” ucapnya.

Ketua Pelaksana Manasik, Miranti Nurrisa Ahsana, menyebut kegiatan ini dirancang secara komprehensif agar jamaah siap secara menyeluruh.

“Setiap sesi kami buat komprehensif, mencakup fikih haji, kesiapan fisik, hingga mental, agar jemaah bisa menjalankan ibadah dengan baik dan sesuai tuntunan,”jelasnya.

Sementara itu, Digital Marketing Sahid Tour, Aulia Ul Umah, mengungkapkan rata-rata masa tunggu jemaah haji khusus berkisar 5–6 tahun.

“Namun tahun ini ada yang lebih cepat, bahkan ada yang baru mendaftar 2022 sudah bisa berangkat. Jadi sekitar 4 tahun,” ujarnya.

Direktur Sahid Tour, Hari Prakoso, dalam keterangannya juga menambahkan bahwa manasik merupakan kewajiban bagi seluruh jamaah.

“Setiap Calon Jamaah Haji yang terdaftar di Sahid Tour wajib mengikuti kegiatan Manasik tanpa terkecuali karena kegiatan ini merupakan satu rangkaian dan latihan,” ujarnya.

Ia kembali menekankan pentingnya manasik sebagai bekal utama selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Setiap calon jemaah wajib mengikuti manasik karena ini adalah bekal penting selama kurang lebih 27 hari menjalankan ibadah haji bersama,” tegasnya.

Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun, Sahid Tour menargetkan pelayanan optimal bagi seluruh jamaah.


Post Terkini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *