Tawaf adalah salah satu ibadah utama dalam haji dan umrah yang menunjukkan ketaatan dan kepatuhan kepada Allah SWT. Jamaah melaksanakan tawaf dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali berlawanan arah jarum jam. Setiap putaran bukan sekadar gerakan fisik, tetapi dilakukan dengan penuh niat, kesadaran, dan kekhusyukan. Tawaf menjadi simbol penghambaan yang menghubungkan hati dan jiwa jamaah dengan Allah, sekaligus mengingatkan bahwa Allah adalah pusat hidup yang harus selalu dijadikan tujuan setiap langkah.

Secara harfiah, tawaf berasal dari bahasa Arab طَافَ (Taafa), yang berarti mengelilingi. Praktik tawaf dimulai dan diakhiri di Hajar Aswad (الحجر الأسود), menanamkan kesadaran bahwa hidup harus selalu berpusat pada Allah dan setiap amal perbuatan harus dilandasi ketaatan kepada-Nya. Gerakan mengelilingi Ka’bah tujuh kali juga sarat simbolisme spiritual, mengingatkan jamaah untuk menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah dan menjaga keseimbangan antara dunia dan akhirat.

Hikmah tawaf sangat terasa dalam kehidupan sehari-hari. Jamaah yang melakukan tawaf belajar untuk bersabar dan tekun, terutama ketika suasana ramai, misalnya pada hari Jumat saat banyak jamaah haji. Tawaf mengajarkan untuk tetap tenang, fokus, dan menyelesaikan setiap putaran dengan kesungguhan. Pelajaran ini bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, karena bersabar, konsisten, dan disiplin dalam ibadah juga mencerminkan sikap hidup yang mulia dan terarah.

Selain itu, tawaf mengajarkan kerendahan hati dan pengakuan akan kebesaran Allah. Setiap langkah merupakan bentuk penyerahan diri secara total kepada Allah, menjauhkan diri dari kesombongan dan kepentingan duniawi. Tawaf juga mengingatkan untuk menghargai setiap detik dalam ibadah, memanjatkan doa, memohon ampunan, dan memohon kebaikan bagi diri sendiri, keluarga, serta seluruh umat manusia.

Secara sejarah, tawaf meniru praktik Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail saat membangun Ka’bah serta mengikuti gerakan malaikat yang berputar mengelilingi ‘Arasy (عرش) di langit. Ibadah ini bahkan telah berlangsung sejak zaman sebelum Nabi Muhammad SAW, menandakan nilai spiritual yang tinggi dan keabadian praktik tawaf. Dalam hadis disebutkan bahwa Allah menurunkan 120 rahmat setiap hari di Baitullah: 60 untuk yang bertawaf, 40 untuk yang shalat, dan 20 untuk yang hanya memandang Ka’bah (HR. Thabrani). Keutamaan ini menunjukkan betapa mulianya amalan tawaf bagi jamaah.

Yuk Raih pengalaman ibadah yang penuh berkah dan khusyuk dengan daftar di Sahid Tour untuk paket haji yang nyaman, aman, sesuai sunnah, dan memberi kesempatan untuk merasakan hikmah ya tawaf secara maksimal. Jadikan setiap langkah di Tanah Suci bermakna, penuh doa, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Referensi:

https://www.instagram.com/p/DRQ1Xg5D4XK/?img_index=1&igsh=N2R0eHBzeTc2dG1h

https://www.google.com/amp/s/www.detik.com/hikmah/haji-dan-umrah/d-6744138/ini-hikmah-tawaf-yang-wajib-kamu-tahu/amp


Post Terkini

Apa itu Miqat? Pengertian, Jenis dan Ketentuannya

Apa itu Miqat? Pengertian, Jenis dan Ketentuannya

Admin Jan 9, 2026 4 min read

Secara bahasa, miqat berarti “batas”, secara istilah adalah menetapkan dan memantapkan niat yang dilakukan setiap orang yang akan menunaikan ibadah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *